Nyontek? menurut 10 dari 9 pelajar*loh!? pasti pernah ngelakuin hal yang gak enak dipandang tapi nikmat untuk dilakuin ini, mungkin ada berapa faktor kenapa siswa tega untuk contekan, entah ada yang kelupaan kalo hari itu ujian, sampe sampe ada pula yang karena memang malas untuk ngerjain itu tugas, entah karena guru nya killer! atau malah guru nya kalo njelasin super duper bosenin, bikin kita ngantuk dan sampe sampe bikin kita ketiduran dalam kelas, wah alhasil kamu pasti gak ngerti materi dan ujung ujung nya pun bakalan "nyontek"
Para penyontek itu, tentu saja punya alasan untuk membenarkan pelanggaran menyonteknya. Seperti juga kaum kafir beralasan macam-macam menentang para rasul. Entah dengan mengatakan mereka tukang sihir, sekadar mencari pengikut, bahkan mengatainya gila. Hati-hati, mungkin kamu bisa tertulari pengikut jahiliyah ini. Alasan-alasan yang disebarkan oleh mereka yang menyontek ini memang kedengarannya masuk akal. Tapi, kalau dilhat lihat ini tetaplah bentuk kecurangan. INI CONTOH ALASANNYA :
- Menyontek untuk mempertahankan posisi/prestasi. Karena ia beranggapan bahwa semua juga menyontek, daripada ia kalah nilai/rankingnya, ia pun ikut menyontek. Wah, itu jelas salah! Syaithon terkutuk memang pintar merayu manusia untuk menganggap benar apa yang seharusnya salah. Ada 100 lelaki, 99 diantaranya pacaran, sedangkan yang satu tidak. mana yang dianggap aneh? Betul, yang 1 orang. Tapi mana yang dianggap benar di pandangan Allah ? Wah, kamu benar sekali. Jelas yang 1 orang itu. Karena ia menjaga diri dari perbuatan zina. Yang 99 orang walaupun mayoritas, tetap saja berdosa di mata Allah. Maka pertanyaannya, siapakah yang besok menguasai hari akhirat? Siapa yang kan memutuskan seseorang itu salah atau benar?
- Alasan ‘membantu’ karena pelajar kewalahan. Wah, ini namanya penjerumusan! Entah yang memberi ‘bantuan’ itu sesama peserta, pengawas, panitia, atau pihak lain ketika seseorang memberi contekan pada siswa, maka ia sedang menghancurkan masa depan dunianya dan akhiratnya. Kerugian pertama, ia belajar mematikan potensi diri sebenarnya dari siswa tersebut (termasuk otaknya yang punya kemampuan luar biasa!) dengan tidak memakainya secara benar dan optimal! kerugian kedua, ia sedang terlibat proses tipu menipu yang telah jelas statusnya : berdosa. “siapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami;pembuat makar dan tipu daya akan masuk neraka”.(H.r. Thabrani dan Ibnu Majah). Kerugian yang ketiga, ia menjadi ‘tempat bergantung’ orang dalam perbuatan jelek yang dilarang Allah.
- Ungkapan kasih sayang, begitu katanya?? what?? ungkapan itu sungguh tak masuk akal, apalagi memberi kasih sayang dalam cara menyontek, itu bukan cara yang cocok untuk menunjukkan ungkapan sayang, itu malah bisa menjadi penjerumusan terhadap orang yang dikasihi.
- “Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang yang beriman” (Q.s. al- A’raf, [7] :85).
Mengurangi takaran dan timbangan termasuk dari penipuan di bidang perdagangan yang bisa mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Hukum ini juga bisa berlaku untuk perbuatan menyontek. - Dari Abu hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang membawa senjata guna memusuhi kami maka ia bukan golongan kami; dan siapa menipu kami maka bukanlah golongan kami” (H.r. Muslim)
Rasulullah Saw melarang semua penipuan, termasuk di dalamnya menyontek (satu di antara perilaku menipu) dalam ujian.
lets we make different choice, be a smart people :)

